Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kemegahan Masjid ini Ukurannya 5 Kali Lapangan Sepak Bola

Masjid Agung Sheikh Zayed adalah  masjid terbesar di Uni Emirat Arab dan masjid terbesar kedelapan di dunia. Ukurannya setara dengan ukuran lima sepakbola. Bisa dibayangkan, begitu besarnya sehingga setiap perayaan Idul Fitri dapat dikunjungi lebih dari 40.000 orang.

Masjid Agung Sheikh Zayed diprakarsai oleh almarhum Presiden dari Uni Emirat Arab (UEA), HH Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang ingin mendirikan sebuah struktur yang menyatukan keragaman budaya dunia Islam, nilai-nilai sejarah dan arsitektur modern dan seni.

Di masjid ini terdapat perpustakaan -  terletak di utara atau timur menara, melayani masyarakat dengan buku-buku klasik dan publikasi menangani berbagai mata pelajaran Islam: ilmu, peradaban, kaligrafi, seni, koin dan termasuk beberapa publikasi langka sejak lebih dari 200 tahun. Koleksi bukunya terdapat dalam berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia, Spanyol, Jerman dan Korea.


 
 







Sumber:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dicari Wanita Salihah Di Sepertiga Malam Terakhir

Muslimah_Shalat
Siapapun pasti akan terkesima bila mengingat kisah Nabiullah Yusuf ‘Alaihissalam. Ia sosok yang dikaruniai Allah ketampanan yang tiada duanya, hingga mampu membuat wanita manapun tak menyadari ketika tiba-tiba melukai tangannya saat memandangnya. Hal yang sampai kini tak pernah terjadi lagi di belahan bumi manapun. Keimanan seteguh baja yang sangat terjaga meski digoda dan dicintai wanita teramat cantik seperti Zulaikha. Hal yang amat jarang dijumpai pria zaman sekarang. Sekaligus menunjukkan bahwa setelah Nabi Yusuf tak lagi ada pria yang diciptakan Allah serupawan dengannya.
Pria zaman sekarang digoda wanita cantik, kaya pula langsung “klepek-klepek” tak peduli meski nilai-nilai sosial melarangnya. Bahkan hingga menjadi angkuh dan merasa hebat dengan sedikit ketampanan yang dianugerahi Allah walau tak ada apa-apanya dibandingkan kerupawanan nabi Yusuf. Kemudian jadilah wajah tampan dimanfaatkan untuk menjerat wanita, tak peduli meski mungkin sang wanita sudah bersuami.
Demikian dengan para wanita, khususnya yang berstatus istri, banyak yang akhirnya meniru perilaku Zulaikha. Jatuh cinta pada pria yang bukan suaminya lalu tergoda dan menggoda. Kemudian menjadi hal yang lumrah ketika angka perselingkuhan menjadi begitu tinggi di negeri kita yang mayoritas muslim. Perselingkuhan apa pun latar belakang penyebabnya, baik masalah ekonomi, tergoda pasangan idaman lain, atau pergaulan bebas semua hanya bermuara pada satu hal, yaitu memperturutkan hawa nafsu. Menjadikan hawa nafsu sebagai kendalinya atau bahkan Tuhannya.
Andai masing-masing individu membelenggu syahwatnya, memastikan segala hal tetap pada jalurNya, maka mustahil perselingkuhan merebak dimana-mana. Andai setiap insan setia padaNya, maka tak mungkin pernah ada yang namanya perselingkuhan. Tidak akan pernah ada istri yang mengkhianati suaminya. Pun tidak pernah ada seorang laki-laki yang bercinta bukan dengan istrinya.
Belum lagi dengan perilaku berpakaian. Sudah bukan pemandangan yang asing lagi, pakaian ketat, menerawang, terang, pendek, mini, menutup aurat tapi seperti telanjang telah menjadi pilihan mayoritas cara berpakaian wanita. Begitu kuatnya pengaruh dari budaya luar Islam merasuki gaya hidup. Mulai dari serbuan Amerika style, Eropa style hingga yang lagi booming-booming nya sekarang Korea style.
Aturan Islam yang indah tentang tata cara berpakaian sirna begitu saja, menguap entah ke mana. Mengaku Islam tapi tak mau atau malu menjalankan aturan dalam Islam. Mengaku cinta Allah, tapi enggan mengikuti aturanNya.
Padahal dalam Islam sudah sangat jelas tentang bagaimana tata cara berpakaian di luar rumah atau kala ada pria non muhrim yaitu :
  1. menutupi seluruh tubuh, selain yang dikecualikan, yaitu muka dan telapak tangan.
  2. memakai jilbab dan kerudung sampai dada. Al-Qur’an surat An Nuur ayat 31: وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ  “Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga ke dadanya.”
Demikian juga  Allah berfirman; يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Al Ahzab : 59)
  1. tidak tipis sehingga terlihat kulit dan bayangan tubuh dibaliknya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah memberi Usamah bin Zaid Qubthiyyah (pakaian dari katun yang tipis) yang kasar. Tetapi Usamah tidak memakai dan ia memberikan pada istrinya. Nabi bersabda, “Suruhlah ia memakai baju rangkapan  didalamnya, agar tidak terlihat lekuk-lekuk tulangnya.”
  2. tidak ketat sehingga tergambar jelas bentuk tubuhnya. Busana ketat walau tidak tipis akan memperlihatkan lekuk tubuh wanita, misalnya bentuk pinggul, dada, bokong dan sebagainya. Meskipun berpakaian dan menutup rambut, sebenarnya ia tetap saja telanjang. Busana mode ini akan lebih membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah.
Nabi bersabda, ” Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).
  1. tidak menyerupai pakaian laki-laki, yang dimaksud adalah larangan menyerupai laki-laki secara keseluruhan. Bukan hanya kesamaan dalam satu potongan pakaian saja misalnya celana panjang yang bisa dikenakan oleh pria atau wanita.
  2. tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir, misalnya busana muslimah yang menyerupai baju biarawati.
  3.  tidak dimaksudkan untuk pamer atau menarik perhatian laki-laki, agar tujuannya untuk melindungi muslimah dari gangguan dapat tercapai.
Jika muslimah mengabaikan ketentuan Islam dalam berpakaian sehari-hari, maka pria yang secara fitrahnya tertarik dengan keindahan wanita lah yang akan menjadi ” korban pertama” andai tak maksimal ghodul bashar.
Padahal sedikit sekali pria yang bisa seperti nabi Yusuf dalam menjaga keimanan. Teramat sedikit pria istimewa yang cintaNya tulus pada Sang Maha Perkasa. Amat langka pria yang tidak mempan tergoda wanita. Amat jarang pria yang memilih naunganNya disaat tak ada naungan selainNya.
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: 1. Pemimpin yang adil 2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya 3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid 4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah 5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’ 6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya 7. Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712).*/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENGENAL ILMU TAUHID



Apakah ilmu tauhid itu? Ilmu tauhid adalah ilmu
 yang membahas pengokohan keyakinan-keyakinan agama Islam dengan dalil-dalil naqli maupun aqli yang pasti kebenarannya sehingga dapat menghilangkan semua keraguan, ilmu yang menyingkap kebatilan orang-orang kafir, kerancuan dan kedustaan mereka. Dengan ilmu tauhid ini, jiwa kita akan kokoh, dan hati pun akan tenang dengan iman. Dinamakan ilmu tauhid karena pembahasan terpenting di dalamnya adalah tentang tauhidullah (mengesakan Allah). Allah swt. berfirman:
أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d: 19)
Bidang Pembahasan Ilmu Tauhid
Apa saja yang dibahas? Ilmu tauhid membahas enam hal, yaitu:
1. Iman kepada Allah, tauhid kepada-Nya, dan ikhlash beribadah hanya untuk-Nya tanpa sekutu apapun bentuknya.
2. Iman kepada rasul-rasul Allah para pembawa petunjuk ilahi, mengetahui sifat-sifat yang wajib dan pasti ada pada mereka seperti jujur dan amanah, mengetahui sifat-sifat yang mustahil ada pada mereka seperti dusta dan khianat, mengetahui mu’jizat dan bukti-bukti kerasulan mereka, khususnya mu’jizat dan bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad saw.
3. Iman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul sebagai petunjuk bagi hamba-hamba-Nya sepanjang sejarah manusia yang panjang.
4. Iman kepada malaikat, tugas-tugas yang mereka laksanakan, dan hubungan mereka dengan manusia di dunia dan akhirat.
5. Iman kepada hari akhir, apa saja yang dipersiapkan Allah sebagai balasan bagi orang-orang mukmin (surga) maupun orang-orang kafir (neraka).
6. Iman kepada takdir Allah yang Maha Bijaksana yang mengatur dengan takdir-Nya semua yang ada di alam semesta ini.
Allah swt berfirman:
“آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.” (Al-Baqarah: 285)
Rasulullah saw. ditanya tentang iman, beliau menjawab,
أنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
“Iman adalah engkau membenarkan dan meyakini Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan taqdir baik maupun buruk.” (HR. Muslim).
Kedudukan Ilmu Tauhid di Antara Semua Ilmu
Kemuliaan suatu ilmu tergantung pada kemulian tema yang dibahasnya. Ilmu kedokteran lebih mulia dari teknik perkayuan karena teknik perkayuan membahas seluk beluk kayu sedangkan kedokteran membahas tubuh manusia. Begitu pula dengan ilmu tauhid, ini ilmu paling mulia karena objek pembahasannya adalah sesuatu yang paling mulia. Adakah yang lebih agung selain Pencipta alam semesta ini? Adakah manusia yang lebih suci daripada para rasul? Adakah yang lebih penting bagi manusia selain mengenal Rabb dan Penciptanya, mengenal tujuan keberadaannya di dunia, untuk apa ia diciptakan, dan bagaimana nasibnya setelah ia mati?
Apalagi ilmu tauhid adalah sumber semua ilmu-ilmu keislaman, sekaligus yang terpenting dan paling utama.
Karena itu, hukum mempelajari ilmu tauhid adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim dan muslimah sampai ia betul-betul memiliki keyakinan dan kepuasan hati serta akal bahwa ia berada di atas agama yang benar. Sedangkan mempelajari lebih dari itu hukumnya fardhu kifayah, artinya jika telah ada yang mengetahui, yang lain tidak berdosa. Allah swt. berfirman,
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah.” (Muhammad: 19)
Al-Quran adalah Kitab Tauhid Terbesar
Sesungguhnya pembahasan utama Al-Quran adalah tauhid. Kita tidak akan menemukan satu halaman pun yang tidak mengandung ajakan untuk beriman kepada Allah, rasul-Nya, atau hari akhir, malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah, atau taqdir yang diberlakukan bagi alam semesta ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir seluruh ayat Al-Quran yang diturunkan sebelum hijrah (ayat-ayat Makkiyyah) berisi tauhid dan yang terkait dengan tauhid.
Karena itu tak heran masalah tauhid menjadi perhatian kaum muslimin sejak dulu, sebagaimana masalah ini menjadi perhatian Al-Quran. Bahkan, tema tauhid adalah tema utama dakwah mereka. Umat Islam sejak dahulu berdakwah mengajak orang kepada agama Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Mereka mendakwahkan bukti-bukti kebenaran akidah Islam agar manusia mau beriman kepada akidah yang lurus ini.
Bagi seorang muslim, akidah adalah segala-galanya. Tatkala umat Islam mengabaikan akidah mereka yang benar -yang harus mereka pelajari melalui ilmu tauhid yang didasari oleh bukti-bukti dan dalil yang kuat– mulailah kelemahan masuk ke dalam keyakinan sebagian besar kaum muslimin. Kelemahan akidah akan berakibat pada amal dan produktivitas mereka. Dengan semakin luasnya kerusakan itu, maka orang-orang yang memusuhi Islam akan mudah mengalahkan mereka. Menjajah negeri mereka dan menghinakan mereka di negeri mereka sendiri.
Sejarah membuktikan bahwa umat Islam generasi awal sangat memperhatikan tauhid sehingga mereka mulia dan memimpin dunia. Sejarah juga mengajarkan kepada kita, ketika umat Islam mengabaikannnya akidah, mereka menjadi lemah. Kelemahan perilaku dan amal umat Islam telah memberi kesempatan orang-orang kafir untuk menjajah negeri dan tanah air umat Islam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS




    Amalan yang Paling Dicintai oleh Allah?


    • l
    https://www.facebook.com/syara.yoona
    https://twitter.com/syara_yoona?lang=id 
       
     Ketika kita mengerjakan shalat fardhu (Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, & Isya), ternyata kita bisa mendapatkan suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT dibanding dengan amalan-amalan lain. Bayangkan amalan ini lebih dicintai oleh Allah SWT dibanding dengan Berjihad dijalan Allah dan Berbakti kepada orang tua. Subhanallah bukan?
    Ya, amalan ini memang gampang-gampang sulit, tetapi ketika kita benar-benar bertekad dan meluruskan niat, insya Allah amalan yang satu ini sangat mudah dilaksanakan.
    Ketika berbicara tentang waktu shalat, memang terkadang kita menganggap itu adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tetapi ternyata amalan yang kita bicarakan di atas adalah Shalat di awal waktu, seperti yang tertera dalam hadits nabi di bawah ini,
    Abdullah (bin Mas’ud) RA berkata, “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)
    Kita mengetahui bahwa jihad di jalan Allah SWT[1] dan berbakti kepada orang tua jaminannya surga[2], maka bagaimana dengan Shalat di awal waktu yang statusnya itu adalah amalan yang paling dicintai Allah? Wah masalah balasan yang akan kita terima nanti itu hak Allah yang akan memberikan.
    Setelah kita mengetahui semua ini, maka mulai saat ini juga, marilah kita berusaha untuk shalat di awal waktu. Shalat di awal waktu dan di akhir waktu lamanya waktu kita shalat gak bedanya kan? Dan juga biasanya kalau shalat di akhir waktu, biasanya kita sering kebablasan, atau terlupa. Untuk menghindari itu, maka shalatlah di awal waktu. Tidak ada ruginya bukan ketika kita shalat di awal waktu?
    Semoga dengan melakukan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah SWT, kita bukan hanya mendapatkan ganjaran yang sangat besar tetapi juga Cinta dari Allah SWT.
    Karena ketika kita menjadi kekasih Allah SWT, insya Allah kita akan selalu dijaga oleh-Nya (bayangkan, yang menjaga kita adalah zat yang menguasai alam ini), lalu apa yang kita minta pasti akan dikabulkan (betapa nikmatnya bukan?). Maka bersungguh-sungguhlah dalam meraih cinta Allah SWT dengan melakukan amalan-amalan yang dicintainya.
    Wallahu a’lam Bishshawab.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS



     Tips Melawan 


    hawa Nafsu: 

    "Dan orang" yang bersungguh-sungguh di jalan kami, Niscaya kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah Azza Wa jalla bersama dengan orang" yang berbuat baik". [Al-ankabut 69]
    Menurut al-Ghazali : Nafsu boleh dikekang dengan kekangan takwa. Dengan itu ia akan menjadi lemah dan tunduk mengalah. Kewarakan seseorang juga boleh membelenggunya sehingga nafsu tidak berpeluang menjalankan peranannya.Dengan kesedaran bahwa nafsu itu musuh yang akan mendatangkan kecelakaan , ia perlu dilemahkan dengan penghinaan. Jangan sekali-kali diberi muka dan dilayani keinginannya.

    Ulamak sufi menganjurkan tiga langkah untuk melemahkan hawa nafsu:

    1.setiap keinginan nafsu itu hendaklah dicegah dan ditahan. Ini bererti ia dikurung atau dibelenggu. Umpama binatang liar, apabila dikurung atau ditambat, ia menjadi jinak juga akhirnya.

    2.hendaklah diberikan suatu tekanan atau deraan yang berat ke atasnya. Umpama kaldai yang liar, apabila dilebihkan muatan beban di atas belakangnya, nescaya ia menjadi lemah dan akan menurut perintah, apa lagi kalau dikurangkan rumput untuknya.

    3. hendaklah sering berdoa, memohon perlindungan daripada Allah Taala agar terselamat daripada angkara nafsu jahat (nafsu ammaratun bil-su`).

    Langkah ini penting, kerana hanya dengan mendapat rahmat Allah Taala, hamba-Nya akan bebas daripada pengaruh atau runtunan nafsu.

    Dalam al-Quran, Allah mengisahkan, bahawa nabi Allah Yusuf alaihissalam bersabda, mafhumnya : Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan kecuali orang yang dirahmati oleh Tuhanku. (Yusof:53)

    salah satu cara agar bisa melawan hawa nafsu adalah dengan berpuasa 

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    ~::*NASEHAT RASULULLAH KEPADA PUTRINYA FATIMAH AZ-ZAHRA*::~


    ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
    السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

    oleh Muslimah Sholehah pada 19 November 2010 jam 12:08

     Ada 10 Nasihat Rasulullah kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra binti Rasulillah SAW. Sepuluh nasihat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan keshalehan. Nasihat atau wasiat tersebut adalah :

    1. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya kelak Allah tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

    2. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

    3. Wahai Fatimah! Sesungguhnya seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

    4. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

    5. Wahai Fatimah! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

    6. Wahai Fatimah! Di saat seorang wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Di saat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan dari kandungan ibunya. Di saat seorang wanita meninggal ketika melahirkan, maka tidak akan membawa dosa sedikitpun. Di dalam kubur akan mendapat taman indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala sribu orang yang melaksanakn ibadah haji dan umrah dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

    7. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya pada hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

    8. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

    9. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

    10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, maka Allah akan memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allahpun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allahpun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shiratal-mustaqim dengan selamat.

    Dari Abdullah bin Amr Al-Ash r.a, Rasulullah bersadbda : “DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN, DAN SEBAIK-BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHALEHAH.” ( HR. Muslim )

    Semoga bermanfaat...
     

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    HUKUM MENGGERAKKAN TELUNJUK SAAT TASYAHUD




    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

    Sahabat Hikmah...
    Permasalahan satu ini sering jadi perdebatan di kalangan para ikhwah. Apakah dalam tasyahud mesti menggerakkan jari telunjuk, atau jarinya dalam keadaan diam saja. Untuk masalah yang satu ini, kami cuma menukil penjelasan dari salah seorang ulama saja tentang status hadits menggerak-gerakkan jari. Kami tidak sampai berpanjang lebar dalam membahas hal ini karena ternyata di dunia maya juga sudah dibahas oleh ustadz lainnya. Sehingga kami cukupkan dengan penjelasan singkat dari ulama Mesir, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi hafizhohullah dalam kitab beliau Syarh ‘Ilalil Hadits. Semoga bermanfaat.

    Syaikh Musthofa Al ‘Adawi berkata,
     Mengenai ziyadah (tambahan) lafazh “yuharrikuhaa” (يحركها) yaitu pada hadits yang membicarakan isyarat dengan telunjuk ketika tasyahud, hadits tersebut diriwayatkan dalam beberapa kitab. Sumbernya adalah dari ‘Ashim bin Kulaib, dari ayahnya. Dari Wail bin Hujr, ia berkata,

    "Aku katakan, "Sungguh, aku memperhatikan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana beliau melakukan shalat." Ia berkata, “Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan menghadap kiblat, lalu bertakbir, lalu ia mengangkat kedua tangannya hingga sejajar kedua telinga, dan meletakkan tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kirinya."

    Kemudian saat akan ruku’ beliau mengangkat kedua tangannya seperti itu juga. Ketika sujud, beliau meletakkan kepalanya dengan posisi berada di depannya. Kemudian setelah itu beliau duduk iftirosy(menduduki kakinya yang kiri). Lantas ketika itu beliau letakkan tangan kirinya di atas paha kirinya, sedangkan siku kanannya diletakkan di atas paha kanannya. Beliau menggenggam dua jarinya dan membuat lingkaran. Aku melihatnya berkata seperti itu. Yaitu beliau membentuk lingkaran dengan jari jempol dan jari tengah (menurut salah satu riwayat). Lalu beliau berisyarat dengan jari telunjuk.
     
     Perkataan kita sekarang adalah pada lafazh “asyaro bis-sabaabah”, artinya beliau berisyarat dengan jari telunjuk. Mayoritas perowi meriwayatkan hadits seperti itu, yaitu dikatakan “beliau berisyarat dengan jari telunjuk”. Sebagian perowi berkata lagi, “Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan berdoa dengannya.”

    Adapun Zaidah bin Qudamah, beliau meriwayatkan hadits dengan lafazh, “Kemudian beliau mengangkat jarinya, maka aku melihat beliau menggerak-gerakkan jarinya lantas beliau berdoa dengannya.” Zaidah rahimahullah bersendirian dalam meriwayatkan hal ini berbeda dengan perowi yang lain. Bedanya beliau adalah karena adanya tambahan lafazh “yuharrikuhaa”, artinya beliau menggerak-gerakkan jarinya.

    Zaidah bin Qudamah itu tsiqoh (kredibel) dan orang yang mulia, semoga Allah merahmati beliau. Beliau juga dipandang sebagai orang yang tsiqoh (kredibel) dan muthqin (kokoh hafalannya). Akan tetapi, mayoritas perowi tidak menyebutkan sebagaimana yang disebutkan oleh Zaidah. Sehingga dari sini kita diamkan tambahan yang dibuat oleh Zaidah yaitu tambahan “yuharrikuhaa”, artinya beliau menggerak-gerakkan jarinya. Berikut adalah tabel sebagai penjelas yang kami maksudkan. Wabillahit taufiq.
     
    Sebagaimana yang Anda lihat, Zaidah hanya bersendirian dalam meriwayatkan lafazh “yuharrikuha” (beliau menggerak-gerakkan jarinya).

    Ibnu Khuzaimah rahimahullah berkata, “Tidak ada dalam satu riwayat yang menyebutkan “yuharrikuha” kecuali dari riwayat Zaidah di mana beliau (bersendirian) menyebutkannya.”
     
    Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Boleh jadi yang dimaksud dengan yuharrikuha (menggerak-gerakkan jari) adalah hanya berisyarat dengannya, bukan yang dimaksud adalah menggerak-gerakkan jari. Sehingga jika dimaknai seperti ini maka jadi sinkronlah dengan riwayat Ibnu Az Zubair. Wallahu a’lam.”

    Syaikh Mushthofa Al ‘Adawi berkata, “Riwayat Ibnu Az Zubair yang dikeluarkan oleh Muslim hanya menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berisyarat saja dan tidak disebutkan menggerak-gerakkan jari. [1]
    ***

    Pembahasan secara lengkap tentang hal ini telah dibahas oleh Al Ustadz Abu Muawiyah hafizhohullah,yang dinukil dari Majalah An Nashihah. Silakan lihat disini: (http://al-atsariyyah.com/menggerakkan-telunjuk-saat-tasyahhud.html) Sekali lagi ini adalah masalah khilafiyah, jadi kami pun menghargai pendapat lainnya. Namun demikianlah pendapat yang kami pegang berdasarkan penelitian dari hadits-hadits yang ada sesuai dengan keterbatasan ilmu yang ada pada kami.

    Catatan yang perlu diperhatikan, tidaklah usah merasa aneh jika ada yang tidak menggerak-gerakkan jari ketika tasyahud. Sebagaimana tidak perlu merasa aneh jika ada yang menggerak-gerakkan jari karena sebagian ulama berpendapat seperti ini. Namun sebaik-baik pendapat yang diikuti adalah yang berpegang pada pendapat yang kuat. Jika yakin bahwa hadits menggerak-gerakkan jari itu lemahkarena menyelisihi banyak perowi yang lebih tsiqoh, maka sudah sepatutnya yang diikuti adalah yang yakin yaitu tidak menggerak-gerakkan jari. Namun ingat, tetaplah tolelir dengan pendapat lainnya karena masalah ini masih dalam tataran khilafiyah (silang pendapat antara para ulama). Wallahu a’lam bish showab.

    Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    ... TERNYATA AIR DAPAT MENDENGAR .. (The True Power Of Water) ...


    Bismillahir-Rahmanir-Rahim...
    Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30)

    Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.

    Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

    Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.

    Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

    Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

    Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.

    Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

    Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.

    Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

    Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.

    Wallahu a'lam ...
    adopted from: INAFE 2006

    Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Tergoda Nikah Muda

    Bismillahirrahmanirrahim..
    Dalam akhir Sholatnya,seorang wanita muda sedang tertunduk mengalirkan air matanya. Ingin sekali dirinya menikah agar biisa menjaga kehormatannya sebagai wanita. Agar dirinya mampu menjaga pandangannya,agar dirinya tidak terjerumus kemaksiatan.

    Tapi sungguh,hatinya dalam kebimbangan,dirinya baru lulus SMA. Apakah mampu dirinya dengan umur belum genap 19 tahun merajut bahtera rumah tangga atau apakah dirinya mampu melanjutkan kulyah sambil mengalir bersama keluarga kecilnya kelak??
    Islam agama yang indah,mudah dan penuh kehormatan. Kalian pasti sudah tahu lah islam tidak membatasi usia dalam pernikahan,namun perlu di ingat selain dalam keadaan baligh,syariat menghendaki orang yang mampu secara mental,fisik dan tentu psikis kedewasaan,agar paham bahwa menikah adalah sebuah ibadah.
    Usia muda merupakan usia yang labil dalam berfikir,bertindak dan bersikap,berbeda pendapatpun kadang berujung tindak egoisme yang berlebihan. Tapi justru islam menganjurkan nikah muda,Rosulullah bersabda :
    “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kamu yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa dapat menjadi perisai baginya“. [Muttafaq 'Alaih]
    Subhanallah..bahkan dalam hadits yang lain Rosulullah berkata bila ada yang datang dengan akhlaq dan agama yang baik tapi di tolak maka bisa berakibat fitnah dan kerusakan di muka bumi. Sampai segitunya..ya iyalah kalo kita yang berakal sehat mana mungkin mau nolak orang yang bisa menggiring kita menuju jannahNya.
    Persoalan yang nampak justru karna ketakutan kita sendiri. Takut kulyah keteteran lah,takut mertua galak lah,takut gak cocok lah,takut gak bisa ngasih makan lah,takut ini takut itu. Belum juga jalanin dah takut duluan. Apa kata dunia n akhirat??
    Ketakutan dalam diri kita itu hal yang wajar,tapi ketakutan akan rejeki itu hal kurang ajar. Rejeki dari masing-masing kita sudah di tentukan,AllOh gak akan membiarkan makhluknya kelaparan, setelah kesusahan pasti datang kemudahan,itu janji AllOh. Kenapa harus takut gak kebagian rejeki,malah dengan menikah yang tadinya rejeki satu orang jadi dua orang di gabungin jadi satu. Pasti tambah banyak.AllOh ajah ngasih rejeki buat binatang dan tumbuhan,apalagi pada manusia.. Apa lagi yang mesti ditakuti??
    Menikah memang bermula dari dua pribadi yang berbeda,justru ini menariknya. Banyak orang berpikir,nyari pasangan kudu yang sekarakter,kudu yang sejalan..aahh..justru ga seru yang kayak gini brader..sista..pasangan yang serupa dengan kita justru ga ada menariknya justru banyak menemukan kebosanan,kenapa?? lah si dia punya karakter sama dengan kita,jadi ga ada yang spesial donk,gak ada yang di samaan karna udah sama,terus apa yang di satuin orang sama ajah.
    Makanya,lebih seru kalo pasangan kita punya perbedaan dengan kita,kalo kita egois dia penyabar,kalo dia egois kita penyabar,initinya semua perbedaan bisa jadi pelengkap semua kekurangan yang gak pernah kita milikin. Pasti seru,karna setiap hari penuh kejutan.
    Gak percaya,buktikan !!! tapi nikah dulu..hohoho Saya rasa semua sepakat bahwa pernikahan itu ibadah,untuk mencari ridhoNya. Bukannya pernikahan itu setengah dari agama kita,nah kan kalo kita udah nikah dari muda artinya dari muda juga kita udah menyempurnakan agama..
    Subhanallah..dari muda bersemangat beribadah di dampingi pasangan pula..indah nian.. Islam memang tidak melarang nikah muda asalkan udah baligh dan siap segala. Tapi bukan berarti abis baca tulisan ini terus yang umurnya 15 atau 14 tahun jadi disuruh nikah juga,kaya yang di desa-desa. Tentu ga segitunya,kita hidup dalam negara hukum,dan kita perlu ikut aturan hukum batas umur yang diperbolehkan untuk menikah.
    Menurut Undang-udang yang ikhwan (laki-laki alias cowok) baru boleh nikah umur 19 tahun sedangkan yang akhwat ( perempuan alias cwek) baru boleh nikah umur 16 tahun.
    Mulai sekarang siap kan mental kalian. Terutama masalah ilmu tentang nikah dan ilmu tentang kepribadian,menjaga emosi dan bersiap untuk tidak berkubang dalam keegoisan.
    Lantas persiapan nafkah lahir dan batin,yang penting slalu berfikir dewasa,kedewasaan bukan diliat dari umur kan. Dari sikap dewasalah kita bisa merubah badai jadi rintik,merubah lapangan rumput jadi taman yang indah,merubah gelap jadi cahaya yang indah,agar ketika bahtera berlayar jangan sampai terhempas apalagi tenggelam. Persiapkanlah dirimu,sekarang juga !!!
    -Ya Robbi jaga bahtera rumah tangga kami agar senantiasa tersinari cahaya iman dan ketakwaan padaMu hingga nanti Engkau pertemukan kami kembali di Syurgamu- Wallahu’alam bi Showwab.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Wahai Ukhti,.
    sungguh engkau,wanita muslimah,makhluk mulia yg mempunyai kedudukkan yg sangat tinggi di dlm Islam dan pengaruh yg begitu besar di dlm kehidupan setiap Muslim,engkaulah sekolah pertama di dlm membangun masyarakat yg shalih jika engkau berjalan sesuai dgn petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

    Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap Muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dlm segala sesuatu,Rasulullah SAW bersabda,:’’Aku tinggalkan pada kamu dua perkara,kamu tdk akan tersesat selagi kamu berpegang teguh padanya,yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-NYA,(Diriwayatkan Imam malik di dlm Kitab Al-Muwaththa)

    Wahai ukhti,.
    Perhatikanlah betapa engkau akan menjadi seorang ibu,dan perhatian pula betapa besar tanggung jawab yg harus diembanmu dan perjuangan berat yg harus ia pikul yg pada sebagiannya melebihi beban tanggung jawab yg di pikul kaum pria,sampai-sampai Allah memerintahkan hamba-NYA utk berterima kasih kepada ibu,berbakti kepadanya dan mempergaulinya dgn baik.

    Wahai Ukhti,.
    Perhatikan ayat Allah’’wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min,hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’’(Q.S.Al-Ahzab:59)

    Wahai Ukhti..
    Apakah engkau telah menutupi rambutmu itu,paha dan betismu itu,lengkung pinggulmu itu..??.Ahsan.Alhamdulillah,tapi…wajahmu itu,Ukhti.engkau tdk menjaga wajahmu,engkau mengobral wajahmu,engkau tdk menundukkan wajahmu,engkau membiarkan setiap lelaki menikmati wajahmu itu,wajahmu itu,di tengah balutan jilbab yg anggun,sungguh berbekas di hati hati para pria,sekali memandang,sulit di lupakan,wajahmu nan cerah itu,membuat niat jadi tak ikhlas lagi,wajahmu nan manis itu,membuat khayalan-khayalan nista di benak kaum adam,wajahmu nan molek itu,membuatkanmu terekam selalu di memori,selalu teringat sampai-sampai tak ingat kepada Al Khaliq.

    Wahai ukhti,.
    Sulit bagi para lelaki mengamalkan Hadist Nabi’’wahai Alil janganlah engkau mengikuti satu pandangan dgn pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yg pertama dan tdk utk yg selanjutnya.’’(HR.Al Haakim dalam Al Mustadrak).sedangkan engkau tak menjaga wajahmu,engkau tak menundukkan wajahmu,kaum lelaki pun menjadi tak puas hanya pandangan pertama,bahkan mereka mengikuti nafsunya utk memandang lagi,lagi dan lagi,padahal Rasulullah bersabda,’’Zina kedua mata adalah memandang,Zina kedua telinga adalah mendengar,Zina lisan adalah bicara,Zina tangan adalah memegang,dan Zina kaki adalah melangkah,’’(Muttafaq’alaih dgn Lafazh Muslim)

    Wahai ukhti,.
    Bagaimana mungkin para lelaki dapat menjaga pandangan mereka terhadapmu,sedangkan engkau menampakkan wajahmu di mana-mana,Di TV engkau jadi pemain sinetron,engkau jadi pembawa acara,di kampus engkau berorasi di hadapan para lelaki,engkau turung ke jalan raya beramai-ramai,engkau lewati kerumunan lelaki,engkau pasang fotomu di internet,engkau duduk di tengah kerumunan laki-laki,engkau duduk di forum bersama laki-laki,engkau bercanda ria dan tertawa bersama mereka,maka bagaimana para lelaki dapat menjaga pandangan darimu.??

    Padahal jelas perintah Allah’’katakanlah kepada orang laki-laki yg beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya:yg demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yg mereka perbuat,(Q.S,An-Nur:30)

    Wahai Ukhti,..
    Mengapa engkau sering meremehkan hal ini.??
    Apakah engkau merasa tegar dan kuat.??apakah engkau merasa cukup beriman dan bertaqwa.??apakah engkau merasa sdh cukup sholehah.??sehingga engkau merasa bisa tegar menghadapi Fitnah syahwat diantara manusia..??.subhanallah.

    Perhaatikanlah Fudhail bin Iyadh rahimahullah,seorang alim,seorang shalih,Ahli ilmu dan ibadah,40 tahun tak pernah ia telat utk mendapat shaf pertama dlm sholat,namun ia mengatakan.;’’sungguh yg palinh aku takutkan adalah fitnah wanita,’’sungguh beliau sangat memahami sabda Rasulullah:’’Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yg lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita.’’(Muttafaqun Alaih)

    Wahai Ukhti..
    Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya utk suamimu tercinta saja.??suami yg telah Allah halalkan bagimu utk memilikimu seutuhnya,yg ia lebih berhak atas kecantikan dan keindahan tubuhmu,yg ia punya tak akan rela lelaki lain menikmati memandangi wajah istrinya,cukuplah ia (wajahmu)utk saudari-saudarimu sesama Muslimah,yg tdk akan timbul fitnah diantara mereka karenanya,cukuplah ia utk orang-orang yg Allah perbolehkan atasnya,.

    Wahai ukhti..
    Berhijablah,tundukkanlah,sembunyikanlah di balik tabir,..malulah,jgn berikan kerelaan atas sepasang mata lelaki yg memandang wajahmu,jgn biarkan semakin mengganasnya penyakit hati mereka,jgnlah engkau menjadi salah satu dari golongan wanita penyebab fitnah diantara kaum pria,jangan Ukhti,jagalah wajahmu,yg demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (Para lelaki)(Q.S.Al-ahzab:53)
    Jagalah Aurat jagalah Ahklak.

    Semoga bermanfaat...

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS