Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

~*:. Lemah Lembut Dan Menahan Amarah .:*~


Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya.
Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidak pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.

Demikian agungnya akhlak ini sehingga Rasulullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)

Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain.
Padahal Rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat :
“ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari). dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dari kelemahlembutan.

Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “ Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).

Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercela yang ada pada seorang hamba, yaitu :

1. Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman : “ Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60)

2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra’d : 28)

3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami’ No. 6398).

4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
“ Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114).

5. Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.
Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Akhi, bukanku tak mau dengar tiap kata yang merasuk qalbuku, ku hanya tak sanggup untuk mendengar tiap kali kau unggkapkan kata pemanis hati.Tapi, tahu kah kau? aku bukanlah wanita yang hanya ingin diperdengarkan kata manis, bukan pula yang diberikan rasa pesakitan yang kau buaikan dalam janji-janjimu. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.Akhi, aku memang bukanlah wanita bak aisyah yang pantas diberi sekuntum mawar dengan segala keharumannya. Ku pun tak pantas bila kau puja puji agar hatiku bagaikan air yang tak pernah tenang.Tapi, tak kupingkiri bila ku bahagia saat kau ungkapkan janjimu yang menggores sebagian hatiku. Bahkan ku pun tak tahu sampai kapan janjimu akan terus kau hadirkan padaku sebelum akhirnya kau tunaikan. Aku hanya takut kau pergi sebelum tertunaikan. Maka, simpan janjimu akhi, sebelum kau halalkan aku.Akhi, kau tawarkan Planet Venus untukku, meski itu tak mungkin bagimu. Kau tawarkan rembulan bagiku, meski tak sanggup kau merengkuhnya. Janjimu menawarkanku keindahan semesta yang mengagumkan.Tapi, ku sadari janjimu adalah kerianganku, pelangi hatiku, yang membuatku yakin bahwa kau akan menggenggam dunia untukku. Namun kadang aku pedih, saat tanpa kau sadari bahwa janji-janjimu itu seakan hanya ingin membuaiku untuk mengajakku pada kepalsuan syetan. Maka akhi, simpan janjimu sampai kau halalkan aku.Akhi, ku tahu janjimu adalah perhatianmu padaku. Kau peduli padaku, kau ingin aku meyakini bahwa kau adalah raja untuk hatiku. Aku pun yakin dengan janjimu, hati siapa yang tidak akan terpaut pada kerinduan panjang untuk segera merangkul janji indahmu.Tapi, tahu kah kau? aku memang terpesona dengan kegagahan janjimu yang mampu meruntuhkan hijabku. Melemparkan iffah dan izzahku pada jurang terendah hingga ku tak mampu merangkak naik. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.
***Sebagian wanita mungkin sudah terbiasa dengan janji-janji sehingga mereka sudah tidak peduli lagi dengan janji. Sedangkan sebagian wanita yang lain mungkin akan menangis bahkan tidak dapat melupakan janji yang terlalu manis yang terlanjur merekat di hati.
Kesalahan banyak wanita terkhususnya muslimah adalah mudah percaya dengan janji dalam hubungan yang biasa disebut ta'aruf, bahkan mereka juga lupa bahwa ta'aruf sering dijadikan ajang para ikhwit untuk menjerat mangsanya.Maka, perlunya segera disadari bahwa menjaga hati dari hal-hal berbau janji yang tidak pasti, kalau pun janji itu benar adanya maka janji itu tak akan terucap pada para muslimah namun akan terucap pada orangtua mereka.
"setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban." (QS al-Israa' [17]: 34)
Semoga kita cepat membuka mata hati kita dan menyadarinya.Label: 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selaksa Cinta Bidadari Hidupku


Jika saja kau ingin ku menjelma laksana api
Kan kulakukan untukmu..
Agar kau merasakan kehangatan
Dalam setiap air mata yang kau tumpahkan.

Jika kau ingin ku menjelma laksana angin
Kan kulakukan untukmu
Agar kau merasakan kesejukan
Dalam setiap tarikan nafasmu

Jika kau ingin ku menjelma laksana air
Kan kulakukan untukmu
Agar kau tak merasa dahaga…
Dalam setiap tetes peluh yang membanjir

Wahai Bidadari hidupku…
Surga yang ada di telapak kakimu, membuatku gemetar..
Ku takut kehilangan ridhamu.
Surga yang ada di telapak tanganmu, membuatku menggigil..
Ku takut kehilangan belaian manjamu…
Jangan…jangan kau tinggalkanku, tanpamu ku tak akan mampu bernafas..

Wahai Malaikatku yang tak bersayap…
Maaf, bilaku membuat mutiara di matamu tak mau mengering..
Ku yang kerap kali tak mau menurut padamu..
Ku yang kerap kali membantahmu..
Bahkan ku yang kerap kali membentakmu…
Aku memohon ampun padamu
Jangan kau tinggalkanku tanpa ridhomu.

Bidadari hidupku…Malaikatku…
Engkaulah Ibu…
Selaksa cinta di setiap namamu
Senyum ketulusanmu bak cahaya yang menyinari dunia ini
Tak ada yang mampu hidup tanpa cahaya..
Berikanlah aku sinar kasih sayangmu
Agar aku mampu hidup dalam pusara kefanaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jadikan Aku yang Terakhir Bagimu


Bismillahirrahmanirrahim…
Wanita biasanya selalu diidentikkan dengan kelembutan, kesantunan, dan keindahan. Tapi, ketika ia merasa terkhianati maka ia akan cepat berubah menjadi orang yang mudah bersedih bahkan menjadi seorang pendiam dan tidak mau lagi percaya pada seseorang. Atau mungkin saja ia akan berubah menjadi seseorang yang mudah marah, mudah tersinggung dan penuh emosi.
Tidak semua memang, tapi juga tidak sedikit yang mengalaminya. Hasrat seorang wanita untuk menjadi yang terakhir bagi seorang laki-laki membuatnya terlihat sebagai seorang yang posesif, suka ngatur dan menjadi pencemburu berat. Namun, dibalik itu semua ternyata ada rasa KETAKUTAN yang kuat, bahwa ia akan dikhianati pasangannya. Bagaimana tidak, jika setiap hari seorang laki-laki di hadapakan dengan puluhan bahkan ratusan wanita -yang bukan mahram- yang dengan mudah menampakkan auratnya.
“katakanlah kepada orang laki-laki beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan pelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka dan sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS.An-Nuur [24]: 30-31).
Tidaklah mudah untuk menjaga pandangan, apalagi dihadapkan dengan berbagai pesona wanita yang tak mampu menjaga kehormatan dan kemuliaannya. Jadi wajar saja ketika seorang wanita yang sudah berstatus istri was-was terhadap suaminya yang notabene juga manusia biasa yang bisa khilaf kapan saja. Bukan karena ia tidak percaya atas kehendak AllahSubhanahu Wa Ta’ala yang dengan mudah menutup mata seseorang dari kemaksiatan, tapi justru karena ia terlalu yakin akan kehendak Allah maka ujian-ujian akan terus berdatangan, sehingga ia takut jika orang yang ia sayangi justru lari kepangkuan maksiat.
Berawal dari matalah makhluk bernama cinta dengan mudah menjalari darah seorang insan, maka wajar jika ada seorang laki-laki dengan keimanan yang tidak kuat, dengan mudahnya ia berpaling atas nama cinta. Bukan tidak mungkin jika seorang laki-laki  ataupun seorang wanita yang sudah berkeluarga terang-terangan berselingkuh dengan alasan sudah tidak cinta lagi dengan pasangannya ataupun sudah tidak ada kecocokan lagi. Coba pikirkan, benarkan kebahagian bisa didapat dengan jalan kemaksiatan? Hanya kebahagiaan sesaat yang menyesatkan membuat Sang Syetan tertawa terbahak-bahak.
Wajar akhirnya jika ada seorang wanita yang enggan ataupun takut pasangannya memberikan cintanya pada orang lain, karena keinginannya yang kuat untuk menjadi pelabuhan terakhir untuk pasangannya. Namun sayang, karena keinginannya yang kuat inilah sebagian wanita memilih bersikap posesif terhadap pasangannya. Bukankah sesuatu yang berlebihan juga tidak baik walaupun dengan alasan takut kehilangan, terlalu cinta, takut dikhianati.
Tidak ada yang salah jika kamu, aku, kita sebagai seorang wanita ingin menjadi pelabuhan terakhir bagi pasangan kita, hanya saja tetap ada batasan privasi atas sebuah hubungan. Jangan sampai karena ketakutan kita, keposesifan kita, berimbas pada kejenuhan, merasa terganggu, bahkan sakit hati membuat pasangan kita lari pada kemaksiatan. Tapi bukan berarti kita jadi membebaskan pasangan kita sebebas-bebasnya, kita wajib melapisi pasangan kita dengan kepercayaan namun tetap terjaga dengan komunikasi yang intensif, menggandengnya ketika kita melihat pasangan sudah beralih jalur yang tidak di ridhoi Allah, dan yang harus tercukupi adalah kasih sayang dan rasa syukur.
CInta hadir untuk diberikan dengan lembut dan penuh kasih, bukan dengan penuh kekangan, walaupun aku selalu ingin menjadi yang terakhir bagimu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Menyuruhku Berjilbab!!! 


Bismillahirrahmanirrahim…
Katakanlah aku wanita yang enggan dikekang oleh apapun dan siapapun, apalagi dengan sebuah sistem aturan yang bernama agama. Aahhh…capek kalo udah mendengar ceramah-ceramah yang itu-itu saja, katanya semua agama mengajak pada kebaikan, nyatanya hanyalah sebuah rantai untuk mengekang kepribadian seseorang. Agama islam yang ada di KTP ku hanyalah sekedar sarana agar aku nampak beragama, tapi kalo suruh ngikutin aturan islam,adduuuhhh…apalagi dengan yang namanya tutup kepala, kerudung, jilbab, Nggak banget! Ngeliatnya aja gerah, apalagi makenya.
Hingga suatu hari, seseorang menyadarkanku dari kegelapan yang berkepanjangan. Cahaya yang merasuk hatiku, lambat laun mulai bersinar lebih terang. Dia adalah sahabatku.
Entah sejak kapan dia mengenakan jilbab, jilbab yang sangat aku benci. Tapi karena sahabatku yang memakainya, mau nggak mau, aku juga tetap dekat dengannnya, toh aku benci dengan jilbabnya bukan dengan sahabatku. Aku pun mulai iseng bertanya.
“Ngapain sih Cha, pake baju kayak ginian?” aku sengaja mengibaskan jilbab yang dikenakannya.
“Kok ngapain sih Mel, aku cuma ingin ngikutin apa yang diperintahkan sama Allah.”Dia pun tersenyum, aku akuin dia makin manis dengan jilbabnya.
“Lho Cha, bukannya kita udah sepakat, kalo agama itu cuma pengekang. Toh tanpa jilbab juga kamu masih islam, jilbab itu cuma simbol Cha, yang penting kan kita percaya Tuhan itu ada. Percaya sama Tuhan bukan berarti jadi harus pakai jilbab kan Cha?”
“Bener kok Mel, yang penting kita percaya dengan Tuhan. Kalo semisal nih Mel, kamu lagi belajar naek mobil, kamu percaya kan sama guru menyetirmu, jadi setiap apa yang gurumu bilang kamu turutin kan? Apalagi belajarnya di jalan raya, kalo nggak dituruti bisa nabrak kan?” kata Amel sahabatku. Aku mengangguk menyetujuinya.
“Nah begitu juga aku Mel, aku percaya adanya Tuhan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aku nggak mau nabrak Mel, apalagi sampai masuk jurang. Kalo masuk jurang, bisa patah tulang, koma, bahkan mati. Aku nggak mau sampai kayak gitu, aku benar-benar takut kalo malaikat maut membawaku ketika aku lagi nggak nurut sama Allah. Entah malaikat maut itu akan datang besok, hari ini, sejam lagi, atau bahkan 5 menit lagi. Makanya Mel, sekarang aku pengen nurut, Allah memerintahkan kita sebagai perempuan pakai jilbab. Pasti ada alasannya, alasannya apalagi kalo bukan buat melindungi kita,” katanya.
“Kamu tau Mel, dulu kita seneng banget kalo ada yang menggoda kita. Merasa diri kita cantik, populer, jadi trendsetter, tapi kita nggak pernah merasa kalo mereka yang udah menggoda kita sebenarnya sedang melecehkan kita. Mereka merasa kalo kita sebagai perempuan juga sedang menggoda mereka dengan pakaian kita, jadi ketika mereka menggoda, melecehkan kita, nggak sepenuhnya salah mereka. Bahkan mungkin semuanya salah kita, atau mungkin kita yang dulu sangat suka dilecehkan meskipun nggak sadar” lanjutnya.
“Hegh!” Aku tersentak sampai dadaku terasa begitu sesak. Butiran bening yang dikeluarkan mata sahabatku sedari tadi, akhirnya menular padaku. Aku segera memeluknya.
Yaa Allah, apa yang aku lakukan? kenapa Kau baru mengingatkanku sekarang? Kenapa?. Hatiku terus berkecamuk menyalahkan diriku sendiri, bukankah Allah sudah mengingatkanku semenjak dulu, semenjak orang-orang di sekelilingku sedikit demi sedikit memakai jilbab.
Aku pun semakin erat memeluk sahabatku, janjiku hari ini juga aku akan memakai jilbab, meski untuk saat ini aku meminjam milik sahabatku. Jilbab,.. Maafkan aku yang dulunya aku sungguh Membencimu, kini aku jujur Aku jatuh Cinta padamu, tulus dalam hati Lillahi ta'ala,.... 
Wallahua’lam bish shawwab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Obat Rindu pada Cinta

                             Bismillahirrahmanirrahim..
Bilakah rindu melayang menghampiri cinta..
Maka datangnya lah keriangan yang tak terhenti..
Jikalau cinta menanti rindu..
Maka rekatkan nya dengan kesabaran..
Subhanallah..kerinduan memang tidak pernah lepas dengan yang namanya cinta, dimana ada rindu disitu ada cinta yang terlampir. Namun rindu itu akan menjadi indah ketika diberikan pada cinta sejati diatas sebuah pernikahan.
Jika rindu itu sudah terbalut dengan cinta yang belum halal, rindu pada lawan jenis, rindu itu hanya akan menjadi sebuah penjara yang menyakitkan. Kata para pujangga cinta, rindu itu seperti luka yang menganga, seperti langit malam tanpa bintang, seperti pintu yang tak pernah terketuk, karna semua rindu itu sangat sakit ketika tidak dilepas.
Bagaimana mau melepas rindu jika dia yang kamu rindukan belum halal bagimu? Maka benar sekali jika rindu itu sangat menyakitkan karna tidak pernah tersampaikan. Atau mungkin kamu seorang yang mudah menyatakan rindu pada lawan jenis mu yang belum halal bagimu? Aahh..saya yakin, kamu bukanlah tipe orang yang mudah membuat lawan jenis mu terbuai makna cinta dari syetan. Karna kamu tahu bahwa mendekati Zina pun sudah dilarang.
So..sebisa mungkin kamu harus segera mengobati rindu yang kamu tujukan pada orang yang belum halal bagimu. Caranya :
-*- Mengadulah padaNya, pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mintalah kesembuhan padaNya, karna hanya Dia lah yang mampu menyembuhkan luka yang menganga dalam hatimu. Karna hanya Dia lah yang selalu memahamimu, percayalah.
-*- Jagalah pandanganmu, sikapmu, terlebih pada lawan jenismu.
“Katakanlah kepada orang2 laki2 yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..” (QS An Nur:30)
Pandangamu yang sangat liar justru membuatmu sangat lelah, maka tahanlah pandanganmu pada orang yang belum halal padamu. Karna lewat pandanganmu lah, syetan-syetan memanahkan kesesatannya.
-*- Jauhkan hatimu dari rindu yang mengikat.
Jangan selalu mengingat-ingat dia yang kamu rindukan, yakinkan hatimu, lepaskan ikatan rindumu padanya gantilah dengan ikatan rindu untuk sujud padaNya.
-*- Sibukkan dirimu dengan amalan-amalan yang bermanfaat.
” Sesungguhnya mereka adalah orang2 yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami denagn harap dan cemas ” (QS. Al-anbiya : 21)
Tingkatkan kesibukanmu denga dzikir, membaca Quran lebih intensif atau membaca buku yang bemanfaat yang bisa menambah kerinduanmu padaNya bukan padanya.
-*- Menikahlah.
Ini adalah solusi ampuh untuk menghilangkan kegalauanmu pada rasa rindu yang mencekam.  Sehingga rindumu bisa terobati tanpa bekas, bahkan rindu mu menjadi sebuah nilai ibadah..Subhanallah..
Wallahua’lam bish shawab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Why Me???

                      Bismillahirrahmanirrahim…
“Iihhh…. Kenapa yang dibahas selalu wanita sih? Lagi-lagi yang dipermasalahkan kesamaan  gender, Poligami terus sekarang neraka juga katanya milik wanita. Segitunya ya jadi wanita!” Curhat seorang sahabat BMB padaku.
“Sesungguhnya aku melihat kalian ( Wanita )sebagai penghuni neraka terbanyak.” (Hr. Bukhari dan Muslim).
Waw… Ada apa nih sama wanita? Apa karena di dunia ini udah tampak kalau wanita lebih banyak dari laki-laki, atau karena terlalu banyak “pameran” wanita dimana-mana.
Coba kita pahami kata Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.
Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)
Masyaallah… Saya jadi ingat kata Rabiatul adawiyah bahwa laki-laki memiliki satu nafsu dan sembilan akal, sedangkan wanita memiliki satu akal dan sembilan nafsu..hohoho… Menakjubkan… Tidak heran kalau Imam Qurthubi berkata hawa nafsu mendominasi wanita,tapi..perlu digarisbawahi..kadang-kadang atau mungkin kebanyakan laki-laki yang memiliki sembilan akal tidak mampu menahan satu nafsu yaa nafsu syahwat , dan sayangnya, wanita yang memiliki satu akal tetep aja nggak mampu menahan sembilan nafsunya apalagi nafsu terhadap harta.
Apa yang di katakan Imam Qurthubi tentang penyelewengan agama bisa kita liat dari banyaknya yang mengaku wanita, muslimah ,atau akhwat yang sejatinya memakai baju tapi telanjang, berlenggak lenggok karena sombong dan nggak taat terhadap Allah dan suaminya, bahkan mereka tidak bisa mencium wangi surga padahal wanginya bisa dicium dari jarak yang teramat jauh..Naudzubillah..
Nggak salah kalau ternyata penduduk neraka banyak wanita, lihatlah betapa banyak wanita dengan “pameran” aurat dimana-mana, bahkan dijadikan komuditas untuk dijual auratnya demi keuntungan dunia yang akan hilang pada waktunya, liat saja di televisi banyak iklan atau film-film yang didominasi kaum hawa dengan menonjolkan aurat mereka. Biarlah mereka mungkin tak tau malu, jadi berbuat sesuka mereka, Rosulpun berkata demikian kalau sudah nggak punya malu, berbuatlah sesukamu.
So.. Benahilah pakainamu sesuai syariat, menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki kcuali telapak tangan dan wajah( An Nur 31) dan pakailah jilbabmu sesuai yang sudah ditentukan (Al ahzab59), tidak ketat alias longgar, tidak menerawang, tidak tabarruj,dan tidak memakai wangi-wangian yang bisa menimbulkan fitnah.
Nggak cuma penutupan aurat yang perlu dibenahi, tapi bagi yang sudah memiliki suami, kufur terhadap suami bisa mengakibatkan kita terjerumus pada neraka, ini disampaikan Rasulullah terhadap sahabat-sahabatnya
“Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
Kalau pun ada manusia yang boleh sujud terhadap manusia lainya, maka istri harus sujud terhadap suaminya, begitulah sabda Rasulullah..aahh..sepertinya mudah untuk patuh terhadap suami, nyatanya tidak semudah yang terlihat karena setiap manusia memiliki karakter dan pribadi masing-masing, tentu dengan keunikannya sendiri-sendiri. Jadi terkadang masing-masing suka “ngedumel” alias ngomel-ngomel.  Biarlah hal itu jadi kebijakan antara suami istri untuk saling menjaga dengan segala perbedaan.
Itu tadi kenapa banyak penghuni neraka dari kaum hawa,tapi yang merasa kaum adam jangan merasa bangga, tugas kalian lebih berat dari pada kami, kalianlah yang bertanggung jawab terhadap kami, bahkan kami di janjikanlebih hebat dari bidadari surga (hadits) apabila kami mampu menjadi sholihah. Dan  kami akan berusaha untuk itu..Insyaallah..
Pertanyaan menarik saya dikemukakan sahabat saya,”Kenapa Hantu, jin, setan, kebanyakan digambarkan sebagai wanita, bukannya ini pelecehan terhadap wanita?”.
Wanita dengan seluruh auratnya bisa mengandung fitnah, bahkan dalam sebuah hadits digambarkan,wanita bila menghadap depan di atasnya ada setan agar semua laki-laki melihatnya, apabila wanita menghadap belakang di atasnya pun akan ada setan agar laki-laki tetap melihatnya..sungguh setan..pintarnya dirimu..
Bisa jadi asumsi masyarakat tentang bentuk hantu kebanyakan wanita karena wanita itu bisa lebih menakutkan dari pada setan manapun dengan “pameran” auratnya, bisa jadi karena doktrin film-film kalau nggak hantunya wanita yaa nggak serem bahkan kalau nggak dibumbui dengan yang sexy-sexy bisa nggak laku  filmnya..Naudzubillah..
Kita hidup berdampingan, kita wajib saling menolong, kami (muslimah) tercipta dari tulang yang bengkok, nggak bisa diluruskan begitu saja, bisa patah ntar. Kami juga nggak mau untuk terus bengkok, apalagi bengkok dari ketentuan Allah, kita luruskan bersama-sama itu akan lebih baik, agar tercipta generasi yang lurus dan kuat untuk membangun keimanan kita agar bisa menembus surgaNya.
Menjadi wanita itu indah..Menjadi muslimah itu lebih indah..Menjadi mukminah jauh lebih indah..tapi menjadi Sholihah itu adalah pilihan.
Wallahua’lam bi Showwab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS